• Rabu, 26 April 2017

    Curhat Sekaligus Tips Menjahit Kain Satin Untuk Pemula


    Bulan Maret kemarin salah satu sahabat saya menikah. Saya dan beberapa sahabat yang lain berencana hadir ke resepsi pernikahan dan sepakat mengenakan baju dengan kain seragam. Kain sudah dikirim ke rumah jauh-jauh hari. Harusnya sih saya segera cari penjahit supaya bajunya sudah siap sebelum hari H. Tapi dasar saya agak-agak procastinator dan Maret kemarin sibuk pindahan, jadi sampai tanggal 20 kainnya belum dijahit, padahal resepsinya tanggal 26, tinggal seminggu lagi hehe.

    Akhirnya berbekal kemampuan jahit seadanya saya nekat mau jahit sendiri. Dibilang nekat, karena saya belum pernah jahit baju sebelumnya. Saya ikut les jahit tapi belakangan berhenti karena satu dan lain hal (selain juga karena sayanya angin-anginan sih). Sebelumnya, di tempat les, saya baru diajarkan membuat terusan sederhana tanpa lengan, dan beberapa jenis rok saja, belum sampai tahap membuat baju. Tapi tekad sudah bulat, jadi saya pun mulai pengerjaan bajunya. 

    Tahap pertama membuat pola, Karena butuh cepat saya nggak pakai cara ukur dan gambar pola yang benar. Saya jiplak pola baju yang sudah ada, cara ini saya contek dari youtuber "withwendy". Kita benar-benar tinggal menjipak baju ke kertas pola lalu dilebihkan beberapa cm untuk seam allowance sesuai keingingan. Cara ini jadi agak tricky waktu membuat pola lengan karena mesti bolak balik bajunya sedemikian rupa untuk menjiplak kerung lengan. Tapi akhirnya pola pun beres.

    Setelah pola digunting, tahap berikutnya adalah memindahkan pola ke kain. Walaupun sempat kesusahan mengepaskan pola dengan kain yang terbatas tapi tahap ini lewat juga,

    Selanjutnya, menggunting kain sesuai pola. Nah di tahap inilah saya mulai ngeh kalau ternyata berhadapan dengan kain satin butuh kiat-kiat khusus (sebelumnya saya hanya pernah jahit satu jenis kain saja, yaitu katun, yang relatively easy  to deal with kalau dibandingkan satin). 

    Kain satin itu benang/ seratnya sangat mudah terurai, jadi kalau ada seratnya yang sedikit saja tercabut, kainnya jadi ketarik dan akan muncul bekas tarikan (kalau orang jawa bilangnya ndredet). Karena itu waktu memotong kain satin, gunakan gunting kain yang tajam (masih bagus). Kalau menggunakan jarum pentul atau peniti juga harus tajam dan nggak berkarat. Selain itu kain satin juga rentan noda minyak, keringat, dan noda lain yang berasal dari cairan. Biasanya noda tersebut berbekas di kain jadi area melingkar yang aneh gitu. Jadi sebelum menyentuh kain pastikan tangan bersih dan nggak berkeringat, dan jauhkan botol-botol cairan segala macam yang mungkin tumpah ke kain.

    Setelah itu kita bisa bersiap untuk proses jahit. Ada orang yang lebih suka jahit dulu baru obras dan ada juga yang sebaliknya. Saya pribadi lebih menyarankan obras dulu pinggiran kain sebelum dijahit untuk mengurangi serat kain yang terurai, jadinya pengerjaan bisa lebih enak, nggak ribet kena benang mbrodol. Nanti setelah jahit kalau seam allowance-nya masih terlalu lebar atau kurang rapi bisa diobras lagi.

    Next, mulai menjahit! Nah ini adalah bagian paling tricky. Saya sempat cranky karena nggak seperti katun, sering muncul jahitan yang berkerut waktu saya berhadapan dengan satin. Belakangan setelah saya baca-baca ternyata ada beberapa hal yang mesti diperhatikan saat menjahit satin yang luput saya lakukan. Berikut saya share ya, supaya teman-teman yang mau jahit satin nggak menyesal belakangan seperti saya.

    • Cek jarum, pastikan jarum masih tajam dan ukuran jarumnya sesuai. Untuk satin dan bahan-bahan lain yang sifatnya ringan gunakan jarum 60/8, 65/9, 70/10. Ukuran jarum bisa dilihat di pangkal jarum atau di kemasan bungkus jarumnya.
    • Pilih panjang jahitan yang pendek. Kebanyakan mesin jahit portabel punya kenop atau tombol untuk mengatur panjang jahitan, pilih yang pendek/kecil-kecil rapat.
    • Pegang kain sambil agak direnggangkan saat menjahit. Ini penting dilakukan untuk mengurangi kerutan saat menjahit, karena kain satin sifatnya licin,
    • Rapikan jahitan dengan membuka bagian belakang jahitan dan setrika. Jangan setel setrika terlalu panas, bahkan gunakan kain pelapis (antara setrika dan kain yang dijahit) bila perlu.
    Begitulah kira-kira tipsnya. Singkat cerita baju yang saya jahit akhirnya jadi juga dalam seminggu, hari yang benar-benar efektif jahit sih 3 hari. Wuiih cepet ya, cuma ya gitu proses pengerjaannya lumayan stress. Apalagi waktu menyambungkan lengan ke bodice, soalnya saya sama sekali belum pernah. Saya nonton video-video tutorial dulu di youtube, tapi karena keburu nggak telaten akhirnya punk-punk-an alias sikat aja. Walhasil bagian lengan baju saya jahitannya keriting. Tapi alhamdulillah-nya bagian lengan baju saya masih tertutup kerudung jadi nggak terlalu masalah. Selain bagian lengan, sebenarnya overall jahitannya juga masih nggak rapi, juga kelimnya. Tapi lumayan lah bisa dipakai :)



    Catatan:
    tips-tips menjahit satiin dalam tulisan ini berasal dari pengalaman pribadi dan beberapa sumber,
    - buku "Essential Sewing Reference Book" oleh Carla Hegeman Crim 
    - website craftsy.com

    2 komentar:

    1. Wah! Seneng banget bisa ketemu blog yang sama2 suka jahit!. Keep up the good work mba.. Aku juga lagi kursus jahit beberapa bulan ini, tapi belum sempet nulis tentang jahit menjahit sih.. Salam kenal :)

      BalasHapus
      Balasan
      1. Haii mba salam kenal juga :) semangat mba kursusnya, semoga lancar terus dan bisa sharing-sharing soal jahit-jahitan, aku pemula juga soalnya hehehe

        Hapus

    COPYRIGHT © 2017 MANZILA | THEME BY RUMAH ES