• Minggu, 07 Januari 2018

    Dua Bulan Mencoba Hygeia


    Jadi ceritanya sudah dua bulan ini saya ganti sabun jadi Hygeia. Kenapa? karena nggak sengaja nemu aja sih. Awalnya cek-cek online shop produk-produk organik gitu karena pingin beli kaldu bubuk non msg, eh ternyata nemu sabun ini. Saya tertarik karena deskripsi produknya menyebutkan kalau sabun ini mengandung propolis yang bersifat anti bakteri dan bisa bantu mengatasi beberapa masalah kulit.

    Nah kebetulan di akhir trimester kedua kehamilan, kulit saya yang awalnya relatif baik-baik saja jadi bermasalah. Jerawat muncul dimana-mana, biang keringat yang panas plus gatal, juga melasma (penggelapan kulit semacam dark patches) di wajah dan beberapa bagian tubuh lainnya.

    Selain itu sejak hamil, saya memang jadi agak pilih-pilih produk perawatan kulit, termasuk sabun. Sebelumnya sih bodo amat hehehe, asal berbusa dan rasanya bersih sih saya pakai-pakai aja. Tapi setelah baca-baca soal zat kimia berbahaya bagi ibu hamil, saya jadi kepikiran.

    Awalnya saya cuma menghindari paraben dan triclosan (dua zat ini umum ada di produk sabun dan punya efek buruk untuk fertilitas, reproduksi serta perkembangan janin). Cuma belakangan saya juga jadi menghindari produk dengan kandungan SLS, yang dicurigai bersifat karsinogen dan berdampak buruk untuk pemakaian jangka panjang. Pas banget, Hygeia ini tidak mengandung tiga bahan berbahaya tersebut.

    Jadilah saya beli dan coba pakai sabun ini. Setelah dua bulan penggunaan sampai habis (kemasan 500ml), berikut pendapat saya soal sabun Hygeia:

    • Sabun ini tidak membuat kulit kering. Waktu saya pakai sabun biasa, seringkali setelah mandi beberapa bagian badan terasa 'bersisik' tapi waktu pakai sabun ini tidak. Rasanya bersih tapi tetap lembab.
    • Ada perasaan kurang lega saat mandi pakai Hygeia. Karena tidak mengandung SLS, sabun ini jadi kurang berbusa. Nggak mengganggu sih, cuma awal-awal suka gemes aja karena belum terbiasa, apalagi sabunnya juga nggak wangi jadi kurang greget hehehe.
    • Dalam kasus saya, Hygeia tidak berhasil menghilangkan jerawat, hanya memang jerawatnya nggak tambah parah. Sepertinya produk ini relatif baik untuk perawatan dan pencegahan jerawat tapi kurang efektif untuk pengobatan.
    • Setelah pakai Hygeia, keluhan biang keringat berkurang tapi nggak hilang sama sekali juga. Biang keringat masih kekeuh bertahan di beberapa bagian, tapi keluhan panas dan gatalnya berkurang sih.
    • Hygeia berhasil mengurangi melesma saya di badan dan di wajah. Tapi entah kenapa yang di wajah melesmanya balik muncul lagi. Mungkin pengaruh kosmetik yang saya pakai perlu di evaluasi lagi, tapi untuk melesma di badan berhasil hilang dan alhamdulillah nggak balik lagi.

    Kesimpulannya, overall saya nyaman menggunakan Hygeia dan consider untuk repurchase, karena memang untuk sehari-hari sabunnya nyaman digunakan dan minim efek negatif terutama untuk ibu hamil dan menyusui. Tapi berhubung saya masih gemes sama jerawat dan bekas jerawat, jadinya saya masih cari-cari sabun atau produk skincare lain juga sih hehehe, nanti kalo nemu yang berhasil insyaallah ditulis di sini. Atau kalau ada yang punya saran boleh banget diinfokan ke saya.




    Catatan:
    - tulisan ini bukan tulisan berbayar dan ditulis murni berdasarkan pengalaman pribadi menggunakan Hygeia yang mungkin bisa berbeda dengan pengalaman orang lain.

    - gambar dalam unggahan ini diambil dari koleksi pribadi penulis



    COPYRIGHT © 2017 MANZILA | THEME BY RUMAH ES